Mataku tidak bisa berhenti memandanginya, kulitnya putih bersih, bibirnya tipis dengan alis mata yang panjang. Matanya besar dan putih tampak keteguhan di sana. Dia berjalan menyusuri gang - gang di kampung itu membawa tas hitam.
Langkah kakinya ringan dan cepat, pandangan matanya tertunduk, sekali lagi aku melihat wajah yang teduh membuat mata tidak bisa berhenti menatapnya. Tingginya sedang, tidak kurus tapu berisi. Jilbab merah yang ia pakai sesekali bergerak lembut ketika angin menyentuhnya.
Aku duduk memgang sendok makan sejak gadis itu lewat di depanku garpu yang kupegang tak mampu bergerak karena terpana melihat keanggunan 'malaikat' yang kulihat di pagi ini. Tepat di ujung gang, diapun berlalu menghilang menyisakan rasa kagum akan kecantikan gadis itu.
Siapakah dia?
Sudahlah aku tidak peduli hanya karena tersihir oleh pesona gadis cantik yang kulihat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar