Jumat, 28 Februari 2014

Ibunda Aisyah rodiyallhu anha



salah satu istri Rasullah SAW yang paling beliau cintai sepeninggal Khodijah.
satu - satunya wanita yang beliau nikahi dalam keadaan perawan. Beliau menikahi Aisyah pada umur 6 tahun, ada juga yang mengatakan ketika berumur 7 tahun. mulai hidup bersama dengan Nabi SAW pada tahun ke 2 hijriyah setelah perang badar.

Aisyah adalah wanita yang cantik, cerdas, dan memiliki kematangan dalam berpikir walaupun usianya relatif muda. dalam sebuah riwayat dikatakan yang menggambarkan kepolosan dan kecerdasan Aisyah, ketika Rasullah belum diangkat menjadi Nabi, beliau biasa berkunjung ke rumah sahabatnya Abu bakar.

Aisyah ketika itu masih kecil bermain dengan teman - temanya membawa boneka, salah satu boneka yang ia bawa adalah boneka kuda yang memiliki sayap, melihat hal
itu Nabi bertanya:

" boneka apa itu?".
"kuda yang memiliki sayap"
jawab Aisyah kecil.
" apa ada kuda yang memiliki sayap? "
Rasulullah SAW bertanya lagi.
" bukankah kuda yang dimiliki sulaiman juga bersayap."
jawab Aisyah yang masih kecil dengan cerdas dan polos. Kemudian Rasullah tersenyum mendengar jawaban putri Abu bakar itu.

semua istri - istri Nabi SAW memiliki kecantikan dan paras yang rupawan. demikian juga dengan Aisyah. Rasulullah saw sangat mencintai Aisyah melebihi istri - istri beliau yang lain, tapi rasa cinta beliau yang teramat besar padanya tidak membuat beliau tidak berlaku adil, beliau tetap adil dengan istri - istrinya yang lain.

Umar pernah mendatangi putrinya Hafsoh, dan mengatakan agar hafsoh tidak terpedaya oleh Aisyah, karena dia adalah seorang yang cantik dan Rasulullah begitu mencintainya karena kecantikanya. ( bukhori muslim).

Dalam sebuah perjalanan, unta yang ditunggangi oleh Aisyah kabur, melihat hal itu
Rasulullah saw merasa khawatir hingga beliau berkata dengan penuh mesra dan kasih sayang kepada Aisyah " duhai mempelaiku". ( Ahmad).

Cinta Aisyah kepada Nabi Muhammad saw adalah cinta seorang perempuan muslimah
kepada NabiNya, cinta seorang istri yang begitu dalam kepada suaminya, juga cinta seorang perempuan kepada laki - laki gagah dan ganteng.

Hafsaoh dan Aisyah pernah bepergian menemani Rasulullah dalam sebuah perjalanan.
di tengah perjalanan pada malam hari beliau memilih berada di samping unta Aisyah agar bisa bercengkrama denganya, melihat hali itu hafsah cemburu dan berkata;

" bagaimana kalau malam ini engkau menaiki untaku dan aku menaiki untamu sehingga kita bisa saling membandingkan unta masing- masing."

"baiklah." kata Aisyah. itu dilakukan hafsah agar dia bisa dekat dengan Rasulullah, maka Beliaupun mendekati unta Aisyah yang dinaiki oleh Hafsoh. hingga akhirnya mereka berhenti untuk beristirahat, hal itu membuat Aisyah merasa kehilangan, dan dilanda cemburu. ketika berhenti, Aisyah duduk di dekat pohon dan berkata dengan sedih karena cemburu:

" Ya Robb, datangkanlah kalajengking atau ular yang bisa menggigitku. ia adalah utusanMu dan aku tidak bisa berkata apa - apa kepadanya." ( bukhori muslim).

Itu adalah doa yang menggambarkan betapa ia dilanda cemburu yang hebat, sebuah perasaan yang timbul dari perempuan agar suaminya memperhatikanya.

Rodilyallahu anha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar