Rabu, 12 Maret 2014

koma, dan titik.

mati rasa
melihat garis lurus, aku memang garis lurus yang datar
tidak berkelok, tidak ada tikungan, hanya lurus tidak naik - naik
aku juga titik yang terkadang membuatku koma
komaku lama seakan tidak bisa bangun lagi,
hanya diam, duduk, tertidur tanpa titik,

apa yang bisa membuat garis lurus bengkok
apa yang bisa membuat titik hitam menjadi berwarna
apa yang membuat koma menjadi tawa dan senyum




senja yang tak berujung

rasa sepi ini tak berujung
kesendirian ini beranak, melahirkan sepi
seakan hidup dalam sebuah pulau seorang diri
asaku juga sudah menepi
dan tak ingin berombak lagi di tengah lautan
mungkin sudah lelah menelan garam
yang membuat perahu asa karam di tepi pantai

senja yang buram selalu menyapa
hitam putih senja itu, pergilah senja
biarkan matahari datang mengelus asa
memberikan pelangi di mata,
memberikan warna hari - hariku
agar aku tak selalu melihat hitam putih senja
rindu dengan warna yang indah,
membuat mata sejuk
senyum merekah
dan tak ada air mata lagi yang keluar karena putus asa.

Rabu, 05 Maret 2014

menikmati sejarah, seperti menikmati rambutan yang manis



membaca sejarah itu sangat menyenangkan, lebih manis dari rambutan
sejarah itu akan terulang di masa - masa selanjutnya, sejarah hanya berkutat pada tiga hal:

* bangkitnya sebuah negeri
* peradaban sebuah bangsa mencapai puncaknya
* akhirnya setelah mencapai puncak kejayaan sebuah bangsa akan jatuh kembali

dan kejayaan itu berpindah dari satu bangsa ke bangsa yang lain, tengok saja misalnya kejayaan bangsa yunani di barat, setelah itu jatuh dan mengalami kemunduran.
kemudian kejayaan  yunani yang barat itu beralih ke timur, mesir. dan berhasil membangun peradaban yang tidak mampu dibangun oleh yunani.

hingga akhirnya Mesir ketika sudah mencapai puncak kejayaanya,  jatuh ke kekuasaan Romawi yang barat,
dan romawi berhasil berkuasa selama berabad yang hanya mampu disaingi oleh rival beratnya dari timur, yaitu imperium persia.

kekuasaan romawi membentang dari abad sebelum masehi hingga abad hijriyah.

 ketika mencapai puncak kejayaannya, imperium romawi ini harus hancur dan tunduk dari bangsa lain, anehnya bukan imperium persia yang meruntuhkan romawi, tapi dari bangsa yang terbelakang, yang tidak mengenal baca tulis, mereka orang - orang badui pedalaman, yang masih belum kena pengaruh peradaban romawi dan persia.
bangsa pemgembala kambing. orang - orang arab yang ditengah - tengah mereka, Allah berkehendak untuk menurunkan wahyu terakhir.
maka tiba - tiba saja kaisar heraklius di syam dan raja persia harus berhadapan dengan 'kepongahan' orang - orang arab ini.
dua imperium itu menghadapi badai 'kpercayaan diri' yang tinggi, dan kepahlawanan yang tida tertandingi dalam sejarah kepahlawanan.

kaum musilimin berhasil merontokan dua imperium gagah itu.
dan jatuhlah dua negara itu ke dalam pelukan Islam. dan ternayata mereka kaum muslimin berhasil membangun peradaban yang tidak pernah bisa ditandingi oleh sejarah peradaban manapun.

seakan bumi baru terlahir kembali ketika kaum muslimin berdiri memimpin dunia.
Setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw, maka kepemimpinan diambil oleh para sahabat, di masa khulafa’u rasidin kekaisaran romawi dan imperium Persia jatuh, mesir berhasil dibuka oleh amru bin ash, syam dibuka oleh jenderal – jenderal perang Sahabat, irak dan iran dibuka oleh Khalid bin walid.
Setelah itu kaum muslimin dipimpin oleh bani umaiyah yang berhasil memperluas dakwah Islam hingga benua afrika dan india, dan bani umaiyah ke 2 di spanyol kekuasaanya hingga perbatasan prancis. Khilafah ini mampu berkuasa dari tahun 661 M hingga tahun 750 M. kemudian kepemimpina kaum muslimin dipegang oleh bani abbasyiah yang mampu berkuasa sampai 3 abad dan runtuh pada tahun 1258 M oleh serbuan bangsa mongol dari timur.

akibat buruk mencela Sahabat Nabi, mati dalam keadaan seakan disemblih

Imam Ibnul Qayim Rahimahullah menceritakan dari Al-Qairuwani di dalam kitab Al-Bustan, ada seorang dari kaum salaf yang me­ngisahkan:

“Aku memiliki tetangga yang suka mencela Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu Anhuma. Suatu kali dia semakin menjadi-jadi dalam men­cela mereka, lantas aku memukulnya dan ia juga memukulku.

Kemudian
aku pulang ke rumah dengan penuh kecewa dan sedih. Aku langsung tidur dan tidak sempat makan malam.

Tiba-tiba aku bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, aku pun mengadu kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, si fulan telah mencela para sahabatmu.”

Beliau bertanya, “Sahabatku siapa yang kau maksud?”

Aku menjawab, “Abu Bakar dan Umar.”

Lalu beliau berkata, ‘Ambillah pisau ini lalu sembelih orang itu dengannya.”

Dengan segera aku :
  mengambilnya
  lalu kubaringkan orang itu dan aku sembelih.

Aku melihat seakan-akan tanganku bersimbah darah. Kemudian aku lemparkan pisau tersebut dan langsung ke tanah untuk mengusapnya.

Tak lama kemudian aku terbangun dari tidur, secara bersamaan aku mendengar suara teriakan dari rumah orang tersebut.

Aku bertanya, “Suara teriakan apa ini?”

Orang-orang mengatakan, “Si fulan telah mati mendadak!”

Pagi harinya aku mendatangi rumahnya, aku amati orang tersebut, ternyata di lehernya ada garis bekas sembelihan.

Aku katakan,
“Maha benar Allah ketika berfirman dalam hadits qudsi [1], Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan umumkan peperangan dengannya.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Takutlah kepada Allah mengenai para sahabatku, janganlah kalian menjadikan mereka sasaran sepeninggalku. Siapa pun yang mencintai mereka, maka dengan cintaku aku akan mencintai mereka. Siapapun yang membenci mereka, maka dengan kebencianku, aku akan membenci mereka. Siapa pun yang menyakiti mereka, berarti menyakitiku juga. Siapapun yang menyakitiku, berarti menyakiti Allah. Dan barang siapa menyakiti Allah, dikhawatirkan Dia akan mengadzabnya.” [2]

Ayyub As-Sikhtiyani berkata,
“Siapa yang mencintai Abu Bakar berarti telah menegakkan. menara Agama, barangsiapa yang mencintai Umar berarti telah memperjelas jalan agamanya, siapa yang mencintai Utsman berarti telah memperoleh penerangan dari Allah. Siapa yang mencintai Ali berarti telah berpegang pada tali agama yang kokoh. Dan siapa yang menyatakan kebaikan dalam diri para sahabat berarti telah terbebas dari kemunafikan.”

Imam Adz-Dzahabi berkata,
“Barang siapa yang mencela para sahabat berarti telah keluar dari Agama serta melenceng dari millah kaum muslimin.” [3]

________
Foot Note:
[1] Hadits Shahih disriwayatkan oleh al Imam Bukhari dan Muslim
[2] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan at-Tirmidzi (5/696) beliau mengomentari: hadits ini hasan shahih
[3] Lihat al-Kaba’ir, hal.293, karya adz-Dzahabi.

kisah pemuda tauhid yang gigih mempertahankan iman




Sebuah kisah yang bukan sekedar dongeng semata, tapi sebuah kisah nyata yang Allah abadikan dalam al Quran:

قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ

“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS Al Buruuj: 4-6)

.
Dan inilah kisah tersebut,
diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:


“Ada seorang raja yang berkuasa sebelum kalian. Dia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihirnya semakin tua dia berkata kepada raja:
“Aku sudah tua, oleh karena itu utuslah seorang anak muda supaya aku ajarkan sihir kepadanya”.

Maka dibawalah seorang anak muda untuk diajar ilmu sihir. Di tepi jalan yang biasa dilalui oleh anak muda itu ada seorang rahib. Suatu ketika anak muda itu duduk dan mendengarkan ajaran rahib tersebut. Maka setiap kali dia berangkat ke rumah tukang sihir, dia akan singgah ke rumah rahib dan duduk sejenak di sana.

(Satu kali) kerana terlambat, ketika dia sampai di rumah tukang sihir, tukang sihir itu memukulnya. Anak muda itu pun mengadukan keadaannya kepada rahib. Rahib memberi pesan:
“Jika kamu takut kepada tukang sihir, katakan kepadanya bahwa keluargamu membuatmu terlambat. Dan jika kamu takut kepada keluargamu, katakan kepada mereka bahwa tukang sihir itu membuat kamu terlambat.”

Begitulah keadaannya sehingga satu ketika di mana anak muda itu mendapati orang-orang ketakutan karena seekor binatang buas yang menghalangi jalan mereka.

Anak muda itu berkata:
“Hari ini akan aku ketahui siapa yang sebenarnya lebih baik, tukang sihir atau rahib itu.”

Lalu anak muda itu mengambil batu dan berkata:
“Ya Allah, jika ajaran si-rahib lebih Engkau cintai daripada si-tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini sehingga orang-orang pun dapat bebas kembali.”

Kemudian dia melemparkan batu yang digenggamnya. Binatang itu mati dan orang-orang pun bebas seperti sedia kala.

Sesudah itu dia pun menceritakan kejadian itu kepada rahib. Mendengarnya, rahib berkata:
“Wahai anakku, hari ini kamu lebih baik dariku. Kamu sudah sampai kepada keadaan seperti yang aku lihat sekarang ini. Satu masa nanti kamu akan dizalimi. Jika itu terjadi janganlah kamu bercerita tentang diriku.”

Sejak itu anak muda tersebut mulai mengobati orang sakit kusta, orang yang matanya nyaris buta, dan pelbagai penyakit lain.

Salah seorang teman duduk raja yang telah buta mendengar tentang hal ini dan dia datang kepada anak muda tersebut sambil membawa banyak hadiah dan berkata:
“Semua yang ada ini akan aku berikan kepadamu jika kamu sembuhkan diriku.”

Anak muda menjawab:
“Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Hanya Allah yang menyembuhkan. Jika Anda beriman kepada Allah, aku akan memohon kepada Allah supaya Dia menyembuhkan anda.”

Lalu teman raja itu beriman kepada Allah dan Allah menyembuhkannya. Kemudian dia pergi menghadap raja seperti biasa.

Raja bertanya:
“Siapakah yang mengembalikan penglihatanmu?”

Dia menjawab: “Tuhan-ku.”

Rajanya bertanya:
“Kamu mempunyai tuhan selain aku?”

Temannya menjawab:
“Tuhan aku dan Tuhan kamu adalah Allah.”

Maka raja mulai menyiksanya sehingga temannya itu menceritakan berkenaan anak muda tersebut.

Lalu raja memanggil anak muda tersebut dan bertanya kepadanya:
“Wahai anakku, ilmu sihirmu sudah dapat menyembuhkan penyakit kusta, buta dan sebagainya.”

Anak muda menjawab:
“Sungguh aku tidak menyembuhkan siapa pun. Hanya Allah yang menyembuhkan.”

Mendengar jawaban tersebut anak muda itu terus disiksa sampai dia menceritakan tentang keberadaan rahib (yang mengajarnya tempo hari). Lalu raja memanggil rahib dan diperintahkan:
“Kembalilah dari agamamu (kepada agama aku)!”

Rahib menolak perintah tersebut. Maka raja memerintah supaya diambil gergaji lalu digergaji di pangkal kepalanya sehingga putus.

Kemudian raja memanggil penasihat dan diperintahkan kepadanya:
“Kembalilah dari agamamu (kepada agama aku)!”

Penasihat itu juga enggan, lalu digergaji pangkal kepalanya sehingga putus.

Akhirnya dipanggil anak muda dan diperintahkan kepadanya:
“Kembalilah dari agamamu (kepada agama aku)!”

Anak muda itu turut enggan. Maka raja memerintahkan para pengawalnya:
“Bawa anak muda ini ke sebuah bukit, apabila sampai ke puncaknya tawarkan kepada dia untuk kembali dari agamanya (kepada agama aku). Jika dia tetap enggan, maka lemparkanlah ke bawah.”

Maka para pengawal membawa anak muda ke bukit. Ketika mendaki, anak muda itu berdoa:
“Ya Allah! Dengan cara yang Engkau hendaki, selamatkanlah aku daripada mereka.”

Maka bergoyanglah bukit tersebut sehingga para pengawal tersebut jatuh ke bawah. Anak muda berjalan kembali menemui raja.

Raja bertanya:
“Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang membawa kamu?”

Anak muda menjawab:
“Allah menyelamatkan aku daripada mereka.”

Maka raja memerintahkan para pengawalnya yang lain:
“Bawa dia ke tengah lautan, tawarkan kepadanya untuk kembali dari agamanya (kepada agama aku). Jika dia enggan maka tenggelamkanlah dia.”

Ketika di bawa ke lautan, anak muda berdoa:
“Ya Allah! Dengan cara yang Engkau hendaki selamatkanlah aku daripada mereka.”

Maka kapal yang membawa mereka pecah sehingga tenggelam para pengawal (kecuali anak muda). Anak muda kembali menemui raja.

Raja bertanya:
“Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang membawa kamu?”

Anak muda menjawab:
“Allah menyelamatkan aku daripada mereka.”

Kemudian anak muda menambah:
“Sungguh, kamu tidak akan dapat membunuh aku kecuali jika kamu melakukan apa yang aku suruh.”

Raja bertanya: “Apakah itu?”

Anak muda menjawab:
“Kumpulkan semua orang di satu tanah lapang. Salib aku pada sebatang pokok dan ambillah sebilah anak panah dari kantungku. Letakkan ia di tengah-tengah busur dan katakan: “Dengan nama Allah, Rabb-nya anak muda ini” lalu kemudian panahlah aku. Niscaya kamu akan dapat membunuhku.”

Maka raja mengumpulkan semua rakyatnya di tanah lapang. Dia salib lah si anak muda pada sebatang pohon, lalu dia ambil sebilah anak panahnya dan diletakkan pada tengah-tengah busur.

Kemudian raja berkata:
“Dengan nama Allah, Rabb-nya anak muda ini!” lalu terus memanahnya. Anak panah itu tepat mengenai muka anak muda itu. Dia meletakkan tangannya pada mukanya, lalu meninggal dunia.

Orang-orang yang hadir di situ serentak berkata:
“Kami beriman kepada Rabb-nya si anak muda. Kami beriman kepada Rabb-nya si anak muda. Kami beriman kepada Rabb-nya si anak muda.”

Seorang penasihat berbisik kepada raja:
“Lihatlah, apa yang tuan khawatirkan– demi Allah – kini benar-benar terjadi. Orang-orang telah beriman semuanya (kepada Allah, Rabb-nya si anak muda)!”

Setelah itu raja memerintah agar dibuat parit di sekeliling tanah lapang itu. Setelah parit digali, api dinyalakan.

Raja berkata: “Siapa yang tidak mau kembali dari agamanya (kepada agama aku), maka lemparkanlah dia ke dalam (parit yang dinyalakan api)!” Atau dikatakan: “Terjunlah ke dalamnya!”

Maka mereka semua (yang beriman kepada Allah) terjun ke dalam parit yang dinyalakan api tersebut. Sampai-sampai ada seorang perempuan yang bersama anaknya dihinggapi rasa ragu sama ada untuk memasukinya atau tidak.

Lalu anaknya berkata:
“Wahai ibu, bersabarlah! Sesungguhnya ibu berada di atas kebenaran (lalu akhirnya mereka terjun).”

(HR Muslim)

Selasa, 04 Maret 2014

mendapatkan jodoh yang terbaik

Lelaki yang setia hanya untuk wanita yang setia,
wanita yang setia hanya untuk lelaki yang setia

Lelaki yang baik - baik hanya untuk wanita yang baik - baik,
perempuan yang baik - baik hanya untuk lelaki yang baik - baik

lelaki yang pandai bersukur untuk perempuan yang pandai bersukur
perempuan yang penyabar untuk lelaki yang penyabar

Orang yang punya kecenderungan tertentu biasanya memilih pasangan
yang memiliki kecenderungan yang sama,
seorang yang suka musik berharap punya pasangan yang suka musik juga
tidak hanya burung yang diciptakan berpasang - pasangan,
hobi juga dipasangkan dengan pemilik hobi yang sama.

Mungkin itu adalah salah satu skenario ALLAH dalam kauniyahNya dan fitrah mahluk, dan dengan kecennderungan itu seseoang mencintai yang lain.
Walaupun begitu fitrah manusia mencintai sesuatu yang baik - baik,
juga berharap sesuatu yang baik - baik juga.
Ketika berharap mendapat jodoh, orang yang lurus fitrahnya akan berharap
mendapat jodoh yang soleh, walaupun dimatanya mungkin orang yang meminangnya jelek, tidak kaya, tidak berpendidikan, tapi ada kebaikan yang dimiliki, orang yang baik akan tetap memilihnya sebagai pasangannya.

Ada juga seorang yang masih memiliki fitrah yang lurus, kecenderungan mendapat pasangan yang baik, tapi matanya dibutakan oleh pesona kegantengan atau kecantikan orang lain, dia tetap memilihnya walaupun agamanya buruk, keinginan baiknya untuk mendapat jodoh yang baik terkalahkan oleh kekagumannya pada sosok yang ganteng atau cantik,
tapi buruk ahlak dan agamanya, berperangai kasar dan tidak ada kesolehan dalam dirinya,
tapi cintanya mengalahkan keinignannya yang baik, jadilah dia berpasangan
dengan orang yang bukan baik - baik.

Punya prinsip ingin mendapatkan pasangan yang baik - baik itu harus,
tapi prinsip itu akan diuji oleh ALLAH di tengah perjalanan hidup, ketika cinta tumbuh pada seorang dan tau orang yang dicintai berperangai buruk,
apakah masih bisa tetap istiqomah ingin mendapatkan yang baik, dan membuang cinta yang hanya akan menyesengsarakan kehidupan sendiri setelah pernikahan.
istiqomah adalah salah satu karomah.

moga ALLAH membuat kita tetap istiqomah dalam memilih dan mencintai.
hingga pada akhir cerita ALLAH memasangkan kita dengan yang baik baik.

perbaiki diri dulu sebelum berharap yang terbaik.