Kamis, 20 Maret 2014
tiang klenan: mendapatkan jodoh yang terbaik
tiang klenan: mendapatkan jodoh yang terbaik: Lelaki yang setia hanya untuk wanita yang setia, wanita yang setia hanya untuk lelaki yang setia Lelaki yang baik - baik hanya untuk wani...
tiang klenan: SIKAP ROMANTIS DAN KASIH SAYANG RASULULLAH PADA IS...
tiang klenan: SIKAP ROMANTIS DAN KASIH SAYANG RASULULLAH PADA IS...: Apa yang saya tulis ini adalah isi dari ceramah dan nasihat Syekh Synkity dalaam bentuk video yang kemudian saya terjemahkan, karena i...
tiang klenan: cinta jiwa 1
tiang klenan: cinta jiwa 1: Pernah ada rasa yang bernama cinta yang dijalani bersama seseorang. Rasa itu membumbung tinggi dengan harapan yang tak terbendung. Saat itu ...
dulu kau mahjatu qolby
datang dari arah yang tidak disangka, bulan itu
bertengger di pelupuk mataku mencoba menyapa, apa yang datang?
oh ternyata mahabbah menghampiriku
aku merasa dhomirku ringan seperti ada bunga di sana
pertama kali dalam hidupku.
aya - ayat at toyibat lit toyibin pun sering aku baca
untuk mengukur diri seberapa baik aku untukmu
namun setelah matahari menampakan bagaimana bentuk asli hari kala itu
akupun berguman seakan mencabut ayat - ayat tadi
kini kuganti dengan al khobistaat lil khobitsiin
karena itu aku berpikir, mungkin aku tidak terlalu baik untuk mendapatkan mahabbah yang baik
dosa siapa itu?
bertengger di pelupuk mataku mencoba menyapa, apa yang datang?
oh ternyata mahabbah menghampiriku
aku merasa dhomirku ringan seperti ada bunga di sana
pertama kali dalam hidupku.
aya - ayat at toyibat lit toyibin pun sering aku baca
untuk mengukur diri seberapa baik aku untukmu
namun setelah matahari menampakan bagaimana bentuk asli hari kala itu
akupun berguman seakan mencabut ayat - ayat tadi
kini kuganti dengan al khobistaat lil khobitsiin
karena itu aku berpikir, mungkin aku tidak terlalu baik untuk mendapatkan mahabbah yang baik
dosa siapa itu?
cerita unik di book fair 2014
"Siapa yang cinta Nabi?"
salah serang pembica dan motivator bertanya ketika mengisi acara
' menegemen leadership dan sukses'
di panggung utama, seperti biasa sebelum masuk ke inti pembahasan,
memberikan sedikit kata2 penyemangat biar suasana tambah antusias, ditanya siapa yang cinta Nabi,
semua angkat angkat tangan termasuk saya.
Pembicaranya Ustad syafii antonio, penulis buku best seller
dan pakar perbankan Islam.
Testimoni yang ke dua dari beliau, memancing:
"siapa yang ingin hidupnya sukses?"
semua semangat angkat tangan termasuk saya.
Kemudian pertanyaan terakhir beliau:
"siapa yang sudah sukses??"
Mungkin diantara hadirin ada yang sudah sukses secara finansial dan karir. tapi tidak mau angkat tangan.
pasti ada seorang lelaki yang sudah sukses mendapatkan istri yang solehah dan cantik, tapi tidak mau angkat tangan, baginya mungkin belum sukses.
mungkin di antara penonton ada seorang mahasiswa yang sudah sukses menamatkan kuliyahnya dan lulus dengan nilai tinggi, tapi tidak angkat tangan,
atau seorang ibu rumah tangga yang sudah sukses merawat dan membesarkan anak2nya hingga pintar, tapi tidak angkkat tangan.
tidak ada yang angkat, siapa juga yang mau angkat tangan, kepedean.
Eiitt,,,, ternyata ada juga satu orang yang angkat tangan, yang lebih ajiib
yang angkat angkat tangan bukan orang dewasa, tapi BOCAH!
bocah yang masih duduk di sekolah dasar.
karena heran dan penasaran, oleh Ustad Syafii Antonia, bocah itu disuruh maju
ke panggung, kemudian beliau bertanya:
"dek apa kamu sudah sukses??"
" iya,, saya sudah sukses." jawab si bocah polos.
" karena adek sudah sukses, ( syafii antonio mengeluarkan dompet dari sakunya)
kamu boleh ambil dari dompet ini uang pecahan mana saja yang kamu suka!" katanya.
kemudian oleh beliau bocah itu dikasi uang kaget pecahan seratus ribu.
Saya dalam hati kagum dengan kepongahan sekaligus rasa percaya diri si bocah,
dia mungkin tidak tau apa arti kata sukses, tapi kepongahan dan keluguannya mengatakan ia telah sukses, bagi saya itu adalah sukses sejak dini,
mungkin si bocah punya definisi tersendiri dari sukses, yang ribet difahami oleh orang dewasa dan tidak pernah menemukan kesuksesan dan kepuasan diri.
Si bocah itu sudah sukses walaupun kecil toh dia sudah mendapatkan
tepuk tangan yang hangat dari para hadirin, dan dia membawa pulang seratus ribu.
AKU SUDAH BISA BISA BERDAMAI DENGAN PERASAANKU
Jangan datang kalau hanya untuk menyakiti. Pada awalnya begitu susah melupakan seorang yang pernah dicintai. terlebih cinta pertama yang sangat besar. hanya luka yang kudapat karena penghianatan. Silet tajam mengiris hati, terasa pilu dan sakit.
Setelah berbulan - bulan Allah mengobati hati ini, dengan solat, membaca al Qur'an dan istigfar. Betapa selama ini telah lalai dan melupakan Allah. Cinta sejati seharusnya tertanam kuat untuk Allah semata, tapi hati yang lalai dan banyak dosa ini memilih mencintai seorang.
Aku bersukur kau pergi meninggalkanku walaupun luka berat yang kau tinggalkan untukku masih terasa sampai saat ini. Aku jadi teringat akan ucapan salah seorang dalam cerita,
" manusia itu mahluk yang paling licik"
Aku sepenuhnya tidak setuju ucapan itu, aku juga tidak mengatakan kau sebagai mahluk licik yang berhianat. tidak. bahkan kau seorang yang baik, banyak mengajariku kehidupan yang selama ini tidak pernah aku dapatkan.
Malam ini ada rasa lama yang menyapa hati, hapeku berdering ternya itu kau yang menghubungiku. Maaf, aku tidak ingin mendengar suaramu lagi, aku tidak ingin membuka luka lama yang sudah bisa aku obati. Hati ini masih labil, sedikit saja ada sesuatu yang berhubungan denganmu, itu membuatku teringat dengan cinta besar yang pernah kuberi untukmu, tapi kandas kau hianati. Kau beri aku titik bahkan koma yang membuatku tertidur sakit menahan derita cinta yang menyakiti.
Aku bersukur Allah menyadarkanku dari kelalaian panjang ini. Kini aku mulai bisa berbenah diri dan berdamai dengan masa lalu.
Berdamai bahwa tidak semua yang aku inginkan akan aku dapatkan, berdamai bahwa terkadang cinta yang aku beri untukmu juga bisa melukaiku. Aku juga sadar untuk melupakan cinta butuh waktu dan perjuangan di dalam hati.
Malam ini kau menyapaku, telpon darimu aku matikan. walaupun jujur kau masih sering hadir dalam mimpiku, dengan rasa yang lebih baik. Allah menyapaku dan memberiku kekuatan. Allah ingin agar aku mencintaiNya saja. Cinta untuk mahluknya hanya mendatangkan luka.
Pesanku untukmu, kalau ada seorang yang saat ini kau cintai,
cobalah bersikap setia, jika ikatan yang telah kau buat dengan seorang, peganglah ikatan itu dengan kuat.
Setelah berbulan - bulan Allah mengobati hati ini, dengan solat, membaca al Qur'an dan istigfar. Betapa selama ini telah lalai dan melupakan Allah. Cinta sejati seharusnya tertanam kuat untuk Allah semata, tapi hati yang lalai dan banyak dosa ini memilih mencintai seorang.
Aku bersukur kau pergi meninggalkanku walaupun luka berat yang kau tinggalkan untukku masih terasa sampai saat ini. Aku jadi teringat akan ucapan salah seorang dalam cerita,
" manusia itu mahluk yang paling licik"
Aku sepenuhnya tidak setuju ucapan itu, aku juga tidak mengatakan kau sebagai mahluk licik yang berhianat. tidak. bahkan kau seorang yang baik, banyak mengajariku kehidupan yang selama ini tidak pernah aku dapatkan.
Malam ini ada rasa lama yang menyapa hati, hapeku berdering ternya itu kau yang menghubungiku. Maaf, aku tidak ingin mendengar suaramu lagi, aku tidak ingin membuka luka lama yang sudah bisa aku obati. Hati ini masih labil, sedikit saja ada sesuatu yang berhubungan denganmu, itu membuatku teringat dengan cinta besar yang pernah kuberi untukmu, tapi kandas kau hianati. Kau beri aku titik bahkan koma yang membuatku tertidur sakit menahan derita cinta yang menyakiti.
Aku bersukur Allah menyadarkanku dari kelalaian panjang ini. Kini aku mulai bisa berbenah diri dan berdamai dengan masa lalu.
Berdamai bahwa tidak semua yang aku inginkan akan aku dapatkan, berdamai bahwa terkadang cinta yang aku beri untukmu juga bisa melukaiku. Aku juga sadar untuk melupakan cinta butuh waktu dan perjuangan di dalam hati.
Malam ini kau menyapaku, telpon darimu aku matikan. walaupun jujur kau masih sering hadir dalam mimpiku, dengan rasa yang lebih baik. Allah menyapaku dan memberiku kekuatan. Allah ingin agar aku mencintaiNya saja. Cinta untuk mahluknya hanya mendatangkan luka.
Pesanku untukmu, kalau ada seorang yang saat ini kau cintai,
cobalah bersikap setia, jika ikatan yang telah kau buat dengan seorang, peganglah ikatan itu dengan kuat.
HARI INI AKU DIBANTAI PROFESOR
Saya berangkat kuliyah pagi ini dengan kemeja ungu paforit
saya. Mata kuliyah yang pertama fiqh, dengan kitab bidayatul mujtahid.
Sebelum datang ke kelas kami dituntut untuk membaca kitab
itu terlebih dahulu, mata kuliyah fiqh perbandingan majhab ini pelajaran yang
berat, bahasa yang dipakai oleh sang maestro bidayatul mujtahid juga susah
dipahami. Profesor yang mengajari kamipun mengakui, butuh waktu bertahun -
tahun agar paham apa maksud dan bagaimana Ibnu Rusyd menulis kitab itu.
Profesor fiqh yang mengajar kami selama bertahun - tahun di
LIPIA, di semester akhir ini memakai gaya mengajar yang berbeda, kalau semester
- semester awal, beliau hanya calm down saja, santai tapi tetap mengasyikan.
kalau ada yang dilihat tidur, beliau
hanya akan menegur sambil tersenyum,
“ نحن نأكل رمبوة و أنت تنام أي عقل هذا
" kita sedang memakan buah rambutan yang manis, dan kamu
tidur!!"
Bagi beliau mempelajari kitab bidayatul mujtahid itu sangat
nikmat dan manis, seperti memakan buah rambutaى.
Ustad heran kalau ada yang tertidur ketika belajar dan menikmati rambutan. Itu
sindiran halus kalau tidur di kelas itu tidak punya otak. Beliau juga mengajar
dengan metode muhadhoroh, hanya membaca kitab kemudian menjelaskan, disediakan
sedikit waktu kalau ada yang ingin bertanya. Itu dulu, Setiap mahasiswa merasa
aman dengan cara beliau mengajar. tanpa ada yang khawatir akan dipermalukan.
Tapi kini,,,,,,
Di semester akhir, beliau tiba - tiba berubah menjadi
'killer'. 180 derajat berubah. Setiap mahasiswa harus siap ditanya apa maksud
perkataan Ibnu Rusyd. Tidak ada ruang dan tempat bagi pemalas di semester
akhir.
Teman – teman yang lebih dulu ditunjuk untuk maju
menjelaskan atau hanya sekedar menjawab pertanyaan beliau menjadi korban
‘pembantaian’. Mati kutu, malu, diam seribu bahasa tidak mampu berkata –
berkata untuk mejawab dan menjelaskan isi kitab. Sekali lagi kawan, kitab itu
memang susah. Untuk teman yang sperti itu, Ustad kami yang dari Mesir berkata,
“ qowwi nafsaka, wa hassin mustawaaka, liannaka dho’iif”
Perbaiki dirimu, dan tingkatkan kemampuanmu, karena
pemahamanmu sangat lemah. Luar biasa bukan bagaimana malunya kita di depan
kelas yang disaksikan akhwat.
Ada lagi teman yang tidur, ketika ditunjuk ke depan dia
hanya tersenyum tidak mampu menjawab. Sudah pasti suara tawa dari teman – teman
dibelakang sangat keras, karena mendapat kata nasihat yang pedas dari Ustad
dengan kata beliau,
“ ya jahuul”
Wahai orang bodoh! Kamipun tertawa mendengarnya. Tawa kami
itu bukan tawa penghinaan untuk teman yang tidak bisa menjawab, kami sadar, pertanyaan dari Ustad sangat susah.
Karena professor menanyakan sesuatu yang seharusnya beliau sendiri yang
menjelaskan maksud perkataan Ibnu Rusyd.
Di lain waktu beliau berkata pada teman yang mati kutu
ketika ditunjuk,
“ ya agbiya’.” Wahai orang – orang ideot.
“ ya majnuun” kamu gila!. Diiringi dengan canda dan tawa
beliau. Tawa kami di belakang lebih keras.
Nah,, tiba giliranku pagi ini, telinga kaget, jantung dag
dig dug berdetak keras, hari pembantaianku datang juga menghampiri, aduhh,,,
kataku dalam hati.
“ ayna toolib,, abdul manan al siyah abdul mu’in. “
Teman – teman tertawa mendengar nama saya dipanggil, tawa
mereka akan lebih keras lagi setelah nanti saya di depan dengan mike.
Saya angkat tangan, “ hadir ya ustad”
“ ta’al ya abdal manan, laa narooka munju qodiimin jamaan,
anta tahktafii fil waroo’.”
Maju, kedepan saya baru kali ini melihatmu, kamu nyaman
bersembunyi duduk di belakang. Ada teman yang berceloteh ketika saya maju. ‘
tolib jadi’ mahasiswa baru,
“hahaha… “ tawa mereka.
“ kamu jelaskan apa maksud kata Ibnu Rusyd’ beliau kemudian
membacakan isinya, mata saya sibuk mencari paragraph yang dibaca, dalam hati
saya berkata,” saya tau bagaimana akhir cerita ini”
Saya diam, mati kutu, diam tidak mampu berkata, bingung
tidak bisa menjawab. Hanya diam, sekali lagi diam mati kutu. Duhh,,, sangat
memalukan.
“ takallam wa laa tkhof,” ayo bicara jangan takut,
Saya masih diam tidak mampu mengeluarkan satu katapun,
tangan sedikit gemetar. Seakan setiap orang di bumi siap – siap memberikan
serang mematikan pada saya.
“ limaaja taskut, anta tudoyi’ul wakt” kenapa kamu diam,
kamu menyia – nyiakan waktu saya.” Kata professor keras.
Saya masih diam tidak mengeluarkan satu katapun.
“ nahnu nantajiruka hatta tatakallam” kami akan menunggu
kamu sampai kamu bisa menjawab dan bicara. Kata Ustad, bahkan saya tidak mampu
memandang wajahnya.
Kemdian beliau mengeluarkan guyonan hasnya, dengan bahasa
Indonesia yang dia pelajari, Ustad dari al Azhar itu berkata,
“ mas kamu sedang pacaran???” kamu tidak punya otak?”
“ hahahahahah…. “ tawa di belakang begitu keras, mereka
bahagia melihat penderitaan saya.
Beliau menjatuhkan bom atom yang meluluhlantakan pertahanan
saya. Hancur, gelak tawa teman – teman menggelegar keras.
Saya berharap bel berbunyi agar selamat dari pembantaian
ini. Sukurlah bel akhirnya berbunyi, ada kelegaan. Rasa malu yang luar biasa.
Tapi saya sudah biasa menghadapi keadaan kikuk sperti itu,
“ anta dhoiif, sa nasaluka marratan ukhro” kamu itu lemah,
nanti saya akan menguji kamu lagi.” Kata Ustad.
Sayapun kembali ke belakang. Ada wajah – wajah yang tertawa
di belakang. Celetuk mereka tidak habis,
“ pacaran” kata mereka sambil tertawa mengejek.
Inilah suasan kelas, teman - teman berharap akan ada lagi yang dibantai seperti saya, mereka juga was was takut dipanggil ke depan.
Sudahlah, ini nasib hari ini. Sedikitpun saya tidak
tersinggung. Hanya malu saja. Malu.
Saya juga sadar, nanati ketika mengajar dan memiliki banyak
murid, saya tidak akan pernah memeprmalukan anak didik saya. Saya akan
memberikan murid – murid senyum yang hangat tanpa rasa malu.
Langganan:
Postingan (Atom)